Catatan harian pada Bulan Desember 2012: Perjalanan 800km dari Saint-Jean-Pied-de-Port (Perancis) ke Santiago de Compostela (Spanyol).
Friday, December 14, 2012
Roncesvalles: Misa di Gunung Es!
Pamplona, di sebuah gedung yang tampaknya adalah bekas gereja, di kota
yang terkenal dengan festival San Fermin itu; dan akan lebih
diperjelas lagi pada tulisan mengenai Pamplona. Yang ingin kubagi
adalah pemberhentian pertama di Roncesvalles, sebuah kota kecil di
atas gunung yang diselimuti salju putih yang tebal. Perjalanan menuju
ke puncak ini sungguhlah gila, dan orang bilang perjalanan dari Saint
Jean Pied de Port (perjalanan pertama) adalah yang paling menguras
tenaga. Di puncak gunung, di Roncesvalles ini, aku sampai pada saat
matahari hendak terbenam. Tampaknya ini adalah semacam tempat liburan,
seperti ski resort bagi penduduk lokal. Dengan latar belakang gunung
berwarna oranye, salju, dan gereja, tempat kecil ini hanya muncul
dalam alam mimpi. Semua bangunan terliput dalam jangkauan pandangan
mata. Di kota ini, di hari pertama perjalanan kami, kami sudah
meninggalkan Perancis dan memasuki Spanyol. Oleh karena itu di
satu-satunya bar di sini, aku memesan secangkir kopi dan roti isi
dengan mempraktekkan pertama kalinya bahasa Spanyol yang selama ini
kupelajari. Lalu dilanjut dengan misa, tentu karena ini hari Minggu,
di gereja dengan dipimpin oleh 4 pastor. Umatnya? Cuma ada 9 termasuk
aku. Tapi ke-4 pastor ini memberi doa dan berkat untuk keselamatan
para peziarah, membuat kami merasa didukung. Untuk hari-hari
berikutnya, dukungan ini semakin nyata dengan perjumpaan kami dengan
penduduk lokal yang menyapa "¡Buen Camino!"
Saturday, December 8, 2012
150 Salam Maria di Lourdes!
berbeda. Musim dingin Bulan Desmber, di luar Bulan Maria, dan kejadian
banjir besar beberapa minggu lalu di Lourdes, membuat kota ini mati
seperti ditinggalkan. Tidak ada peziarah, hanya beberapa penginapan
yang buka, dan tempat makan yang tutup di mana-mana. Matahari terbenam
dan langit sudaah gekap dari jam stengah 5 sore, lampu-lampu yang
menyinari katedral megah di atas gua Maria dipadamkan untuk menghemat
listrik, dan yang kami temui adalah para penduduk lokal saja. Selain
berdoa rosario untuk ketiga kalinya di Lourdes, aku mendapat
kesempatan istimewa untuk dibasuh di kolam penyembuhan, sungguh
istimewa karena sebelum-sebelumnya kami tidak pernah sempat dibasuh
dalam kolam ini. Kali ini, aku memohon terutama keselamatan
perjalanan, yang kata orang-orang, tidak mudah untuk dilakukan.
Melenggang di Disneyland Paris!
permintaan khusus Karlina. Ini yang bisa dilakukan untuk
menghadiahinya karena mau ikut El Camino. Jadi ini berenang-renang
dahulu berakit-rakit kemudian. Tapi memang Disneyland mampu
membangkitkan sifat anak-anak dalam tiap pendatangnya. Tidak hanya
Karlina, tapi aku juga. Dengan karakter-karakter kartun dan
kerlap-kerlip lampu di setiap ornamen yang detil. Dengan lagu-lagu
ceria, dan khususnya bertemakan natal dan peringatan ulang tahun ke 20
Disney, membentuk kombinasi keindahan yang hanya mampu diciptakan oleh
imajinasi anak-anak. Pertama yang kucari ketika memasuki gerbang emas
Disney Paris adalah wahana-wahana yang menguji nyali dan ketahanan
perut. Waktu itu adalah musim sepi, hari rabu, dan kami datang
pagi-pagi untuk menghindari pendatang yang ramai. Dan memang kami
melenggang dari wahana ke wahana tanpa antrian yang menghambat,
berhasil menaiki lebih dari 10 wahana dan atraksi dalam sehari. Ada
kalanya jantungku dipacu dengan roller-coaster yang menukik tajam,
atau perut yang dikacaukan karena dijatuhkan dengan tiba-tiba dari
ketinggian. Arus adrenalin yang deras dalam nadiku membuatku mengatasi
ketakutan yang selama ini menghantui masa kecilku. Ketakutan akan
ketinggian. Dan juga mengakhiri rasa penasaranku bertahun-tahun
mengendarai roller coaster kelas dunia. Sepinya pengunjung sangat
membmbantu kami dalam mengatur waktu secara efisien. Dunia impian ini
seperti diciptakan khusus untk kami. Kami sedang menjalani impian.
Impian visioner dari Walt Disney yang jelas diterjemahkan dalam tiap
detail dalam taman bermain ini. "Untuk apa menjadi presiden kalau bisa
menjadi Raja Disneyworld?", katanya.
Friday, December 7, 2012
Wangi Itu di Paris!
Limabelas tahun yang lalu foto seperti ini diambil waktu papi dan mami ke Paris, dan aku masih kelas 6 SD. Millenium berganti, kini kami punya kesempatan untuk mereproduksi foto yang dibuat orangtua dulu kala. Tidak disangka kami sudah berpacu melawan waktu, melewatinya, dan membayangkan apa rasanya menjadi papi dan mami kala itu yang terpesona dengan kota ini. Orang bilang kota Paris adalah kota busana, memang betul kalau di musim panas; kota cahaya dan kembang-kembang, mungkin lebih tepat bila musim semi telah tiba; kota kuliner dan romantis, pasti lebih terasa apabila dikelilingi daun-daun berguguran dan hujan di tengah malam. Namun, di tengah bulan Desember, musim dingin seperti ini, kami dapat keistimewaan untuk menyusuri jalan paling terkenal di dunia, Champs de Elysée, sungai Seine, mengagumi menara Eiffel, dan tentu mencicipi croissants, macarrons (banyak!), dan baguette. Ya kami bertindak penuh sebagai turis. Benar memang beberapa makanan yang kami temukan memang seenak yang diulas majalah kuliner kelas dunia, tapi busana yang Parisiens kenakan tidak sewarna-warni majalah ELLE atau VOGUE, mungkin karena ini adalah musim dingin. Namun, aku mencium berbagai aroma parfum bunga di mana-mana, tiap karakter diwakili oleh aroma bunga yang unik, beda dengan penduduk Roma yang lebih memilih menggunakan parfum sitrus atau aroma mediterania. Kota Paris memang menjadi obyek cinta Karlina karena lengkapnya butik dan galeri, dan permainan cahaya di bangunan-bangunan egaliter. Tapi bagiku, aku masih terngiang-ngiang dengan wangi-wangi orang yang lewat di atas stiletto..dan lembutnya macarron. -Max-
Tuesday, December 4, 2012
Hari keberangkatan!
Hari ini kami sudah berangkat, tujuan pertama adalah Paris, Kota Cahaya. Sementara di Amsterdam, cahaya yang ada adalah pantulan sinar di butir-butir salju yang baru hari ini turun di depan rumah. Karlina sudah siap dengan topi eskimo, rupanya. Perjalanan ke Paris dengan bus selama 7 jam, via Bruxelles, Belgia, membuatku merenung: apakah kami siap dengan perjalanan ini? Terimakasih untuk orang tua, teman-teman, keluarga, dan penghuni rumah Meernhof 108 karena telah memberi kami semangat dan doa. Post berikutnya: laporan dari Paris!
Sunday, November 25, 2012
Misa Spanyol!
---
Saturday, November 24, 2012
Dia Sudah Datang!
---






